Dunia Anak

rentang tumbuh kembang anak, penyakit-penyakit yang sering menyerang anak, tips bila anak dalam keadaan sakit

BBLR


Prinsip penting dalam perawatan BBLR setelah lahir adalah mempertahankan suhu bayi agar tetap normal, pemberian minum, dan pencegahan infeksi. Bayi dengan BBLR juga sangat rentan terjadinya hiportemia, karena tipisnya cadangan lemak di bawah kulit dan masih belum matangnya pusat pengatur panas di otak. Untuk itu, BBLR harus selalu dijaga kehangatan tubuhnya.


Cara paling efektif mempertahankan suhu tubuh normal adalah sering memeluk dan menggendong bayi. Ada suatu cara yang disebut metode kangguru atau perawatan bayi lekat, yaitu bayi selalu didekap ibu atau orang lain dengan kontak langsung kulit bayi dengan kulit ibu atau pengasuhnya dengan cara selalu menggendongnya. Cara lain, bayi jangan segera dimandikan sebelum berusia enam jam sesudah lahir , bayi selalu diselimuti dan ditutup kepalanya, serta menggunakan lampu penghangat atau alat pemancar panas.

Minum sangat diperlukan BBLR, selain untuk pertumbuhan juga harus ada cadangan kalori untuk mengejar ketinggalan beratnya. Minuman utama dan pertama adalah air susu ibu (ASI) yang sudah tidak diragukan lagi keuntungan atau kelebihannya. Disarankan bayi menyusu ASI ibunya sendiri, terutama untuk bayi prematur. ASI ibu memang paling cocok untuknya, karena di dalamnya terkandung kalori dan protein tinggi serat elektrolit minimal.

Namun, refleks menghisap dan menelan BBLR biasanya masih sangat lemah, untuk itu diperlukan pemberian ASI peras yang disendokkan ke mulutnya atau bila sangat terpaksa dengan pipa lambung. Susu formula khusus BBLR bisa diberikan bila ASI tidak dapat diberikan karena berbagai sebab. Kekurangan minum pada BBLR akan mengakibatkan ikterus (bayi kuning)

BBLR sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sesudah lahir. Karena itu, tangan harus dicuci bersih sebelum dan sesudah memegang bayi, segera membersihkan bayi bila kencing atau buang air besar, tidak mengizinkan menjenguk bayi bila sedang menderita sakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pemberian imunisasi sesuai dengan jadwal.

Untuk tumbuh, BBLR harus mendapat asupan nutrien berupa minuman mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin yang lebih dari bayi bukan BBLR. Penting dipertahikan agar zat tersebut betul-betul dapat digunakan hanya untuk tumbuh, tidak dipakai untuk melawan infeksi. Biasanya BBLR dapat mengejar ketinggalannya paling lambat dalam enam bulan pertama.


Ada 2 tipe BBLR
  1. Prematur yaitu bayi yang lahir lebih awal dari waktunya (kehamilan <>
  2. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi memiliki berat badan kurang.
Apa penyebab BBLR?
Sesuai dengan tipenya, BBLR tipe KMK disebabkan oleh :
1. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
2. Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
3. Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
4. Malaria kronik, penyakit kronik
5. Ibu hamil merokok.

Sedangkan BBLR tipe prematur disebabkan oleh
  1. Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
  2. Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya,
  3. Cervical imcompetence (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
  4. Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
  5. ibu hamil yang sedang sakit
  6. Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya.

Bilamana BBLR perlu dirawat di rumah sakit?
1. berat badannya kurang dari 1800 gram
2. usia kehamilan kurang dari 34 minggu
3. sulit minum
4. sakit

Permasalahan Bayi Prematur
1. Risiko yang dapat Terjadi Jangka Pendek
  • Hipotermia. Hipotermia (suhu bayi <36,5°c)>37,5°C) dapat meningkatkan metabolisme, dan menyebabkan dehidrasi.
  • Hipoglikemia (Kadar Gula darah kurang dari normal)
  • Paru belum berkembang (bayi menjadi sesak napas)
  • Gangguan Pencernaan (mudah kembung karena fungsi usus belum cukup baik)
  • Mudah terkena infeksi (Sistem imunitas bayi belum matang)
  • Anemia (bayi kelihatan pucat oleh karena kadar hemoglobin darah rendah)
  • Mudah kuning
  • Perdarahan otak
  • Gangguan jantung

2. Jangka panjang
  • Gangguan pertumbuhan
  • Gangguan perkembangan
  • Gangguan penglihatan (retinopati akibat prematur)
  • Gangguan pendengaran
  • Penyakit paru kronik

Semakin muda usia kehamilan semakin besar risiko jangka pendek dan jangka panjang tersebut terjadi.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Labels

About Me

Foto saya
Isye Asmarani, menyelesaikan D III Keperawatan di AKPER Sumedang, S1 Keperawatan di UMJ dan sekarang berkerja disalah satu Rumah Sakit internasional di Jakarta,di ruang PICU dan NICU.